;

Jumat, 11 Januari 2013

6 CARA AMPUH MENGHILANGKAN RASA PEDAS

Jumat, 11 Januari 2013

Bagi Anda yang doyan makanan pedas jika satu hari saja tidak makan pedas mungkin rasanya hambar, namun efek dari makan pedas tersebut membuat mulut Anda rasa terbakar.Terlalu banyak makan cabai atau sambal membuat Anda panas kelabakan dan mencari makanan penawar pedas, namun Anda tidak tahu makanan yang tepet yang dapat menghilangkan rasa pedas tersebut. Banyak orang yang menetralkan rasa pedas dengan minum air mineral. Padahal cara tersebut salah, malah membuat rasa panas tersebar ke seluruh mulut Anda. Nah agar Anda lebih leluasa makan pedas dan tidak bingung mencari penawar pedas inilah 6 makanan penghilang rasa pedas yang bisa mengatasi rasa pedas yang membakar mulut Anda.

1. Susu atau Produk Susu Lainnya
Susu, yogurt dan keju dapat menghilangkan rasa pedas. Hal itu karena kandungan lemak dalam produk susu dapat menetralkan rasa panas di mulut.

2. Gula
Hamburkan gula pada lidah lalu hisap selama 30 detik. Gula akan menyerap rasa pedas di mulut Anda.

3. Nasi
Makanlah beberapa sendok nasi ketika Anda merasa sangat kepedasan. Butiran nasi dapat menarik rasa pedas di mulut.

4. Jeruk Nipis
Potong jeruk nipis dan hisaplah. Jeruk Nipis dipercaya dapat mendinginkan lidah yang terasa terbakar.

5. Selai Kacang
Makan selai kacang juga dapat membantu menetralkan rasa pedas. Sama seperti produk susu, selai kacang mengandung lemak yang dapat 'mendinginkan' rasa pedas di mulut.

6. Jus Buah
Efek dari makan pedas juga bisa membuat kepala terasa pusing. Jika sudah begitu berarti Anda sangat dehidrasi. Untuk mengatasinya segera minum jus buah untuk menetralkan pedas dan meredakan pusing di kepala Anda
 
sumber

Mhiman - 19.31

Lemari Besi Kerajaan Sri Indapura Riau Menanti Juru Pembukanya

Lemari besi umumnya digunakan untuk menyimpan harta berharga para pemiliknya. Namun, ternyata ada sebuah lemari besi milik kerajaan Siak Sri Indrapura, Riau, yang tidak pernah bisa dibuka hingga saat ini.

Lemari Besi Kerajaan Sri Indapura Riau Menanti Juru Pembukanya
Sebuah istana berwarna kuning gading yang telah berdiri ratusan tahun disebut-sebut menyimpan harta tak ternilai baik materil maupun imateril. Uniknya, dibalik keindahan benda-benda yang dipamerkan ada sebuah lemari besi besar yang kokoh dan tidak bisa dibuka.

Lemari besi yang tersimpan secara terbuka di bagian belakang istana berwarna hitam dengan ukuran 0,5 x 1,2 meter tampak biasa saja. Di balik dinginnya lemari yang knopnya telah dibongkar dan berbobot sekitar 300 kilogram tersebut ternyata tidak pernah bisa dibuka.


"Tidak pernah dibuka karena kuncinya dibuang ke laut oleh Sultan Syarif Khasim II Siak yang terakhir, waktu menjadi penasehat Presiden Soekarno, tahun 1945-1950," kata pemandu rombongan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bernama Udin saat melihat-lihat museum kebanggaan warga Siak tersebut.

Udin menjelaskan keturunan kerajaan Siak berhenti pada Sultan Syarif Khasim II, walau punya dua isteri dan dua selir. Entah karena alasan apa, Sultan membuang kunci tersebut dibuang ke sungai Siak yang terkenal sangat dalam.

"Sultan terakhir tidak punya keturunan, baik dari 2 permaisurinya maupun 2 selirnya, jadi ada 4 tidak ada keturunannya," ujar Udin.

Udin mengisahkan lemari besi tersebut pernah di bawa ke Jakarta dan akhirnya dipulangkan ke tanah Riau untuk mengambil kuncinya. Namun dalam perjalanan ke tanah Riau, Sultan membuang kunci tersebut.

"Saat hendak mengambil kunci di Siak dari Jakarta, itulah Sultan membuangnya ke sungai," ujar Udin.

Kisah menarik terkait lemari besi tersebut juga disampaikan oleh kepala rumah tahanan Siak yang telah bertugas selama 1 tahun bernama Hensah. Beragam cerita selama ia bertugas di Siak tentang lemari besi tersebut sangatlah tak masuk akal.

"Jadi sudah diupayakan oleh pihak keturunan kerajaan maupun pemda Siak untuk membuka brankas tersebut dengan mendatangkan ahli kunci dan orang pintar. Namun, segala upaya yang mereka lakukan tidak ada satu pun yang bisa membuka," ujar Hensah.

Hensah menjelaskan lemari besi tersebut telah dibor, dilas, dicongkel, bahkan didoakan, namun tidak ada yang bisa membukanya. "Bahkan ada cerita satu orang pintar yang terpental saat mendoakan lemari besi tersebut menyisakan retakan di salah satu dinding istana," papar Hensah.

Sayembara untuk siapa saja yang mampu membuka dan mengungkap rahasia di balik lemari besi tersebut telah ada sejak tahun 1950an dan masih berlaku hingga kini. Namun, upaya dengan menggunakan bahan peledak sangat dihindari mengingat usia benda-benda misterius di dalam lemari besi tersebut.

"Sampai sekarang pemerintah masih memberlakukan sayembara kepada siapa pun yang bisa membuka brankas tersebut. Isinya ya bisa saja aset nasional di negeri seberang atau misteri penyerahan kedaulatan NKRI, tapi saya tidak tahu juga," ujar Hensah.

Rombongan Ditjen PAS Kemenkum HAM yang datang bersama para wartawan dari Jakarta tampak sangat tertarik dengan kisah lemari besi yang tidak bisa dibuka tersebut, termasuk Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sihabudin yang tampak mengetuk-ketuk lemari tersebut dan berfoto bersama lemari tersebut. Lemari besi itu kini menunggu orang yang tepat yang mampu mengungkap harta nasional bangsa Indonesia tersebut, apakah Anda orangnya?.



sumber

Mhiman - 08.54

Otak Manusia Lebih Unggul Dari Komputer Dalam 5 Hal Ini

Komputer merupakan perangkat cerdas yang dapat memudahkan pekerjaan manusia. Saking pintarnya, komputer mampu melakukan tugas yang lebih cepat dan akurat dibanding otak manusia. Adakah hal yang dapat dilakukan otak manusia dan lebih baik dari apa yang dilakukan komputer?



Perangkat komputasi sebelumnya dirancang untuk menghitung angka lebih cepat dari orang. Komputer makin hari makin berkembang dan dapat melakukan hal-hal yang rumit seperti membantu perhitungan untuk pembangunan gedung-gedung bertingkat dan bahkan mengukur kedalaman laut.

Komputer dapat menghitung miliaran operasi per detik dan mengakses petak besar informasi yang tersimpan dalam memori. Sebuah program komputer bahkan dapat mengalahkan para grand master pemain catur dan pemain poker dunia.

Ternyata ada 5 hal yang dapat dilakukan oleh otak manusia yang lebih baik dari otak komputer, sebagai berikut:

1. Bermain Go atau catur Cina

Go adalah permainan semacam catur yang dimainkan pertama kali di Cina lebih dari 2.000 tahun yang lalu. Papan Go ditandai dengan 19x19 petak dan dimainkan oleh dua orang yang masing-masing menjalankan batu berwarna hitam dan putih.

Pemain dapat menempatkan batu di mana saja pada papan Go dan masing-masing pemain harus berusaha memperluas wilayah kekuasaannya dengan membuat dominasi papan GO dengan batu warna putih atau hitam.

Ada ratusan taktik pada permainan ini yang dapat dilakukan untuk mengalahkan lawan. Permainan Go juga dapat dimainkan pada komputer dan Anda juga dapat melawan komputer. Tetapi dalam hal ini, otak komputer tidak mampu menyaingi otak manusia.

Manusia berusaha merancang program komputer untuk permainan Go yang mendekati atau meniru pola pikir otak manusia. Tapi ketika mesin-mesin dalam komputer telah mengambil alih permainan, otak manusia bekerja lebih baik dan mampu mematahkan langkah yang diambil oleh komputer.

2. Memecahkan teka-teki silang
Pada akhir tahun 90-an, Will Shortz, seorang master dan pembuat teka-teki silang pada harian New York Times menyatakan bahwa komputer tidak akan pernah mampu bersaing dengan manusia dalam memecahkan teka-teki silang.

Kemudian, Michael Littman seorang ilmuwan komputer dari Duke University menantang Shortz dengan merancang sebuah program komputer untuk memecahkan teka-teki silang dengan cepat. Program buatan Littman bahkan masuk dalam 1999 Annual American Crossword Puzzle Tournament.

Setelah diadu, ternyata program komputer tersebut tidak mampu mengalahkan kecepatan dan ketepatan otak manusia dalam menyelesaikan teka-teki silang. Komputer memecahkan teka-teki silang dengan memilah-milah petunjuk dari databasenya. Komputer tidak pernah diprogram untuk menangani jenis petunjuk yang berada di luar databasenya.

3. Bermain starcraft

Starcraft adalah permainan video real-time yang memerlukan strategi untuk mengalahkan musuh dalam permainan yang berupa pertempuran tersebut.. Manusia dapat bermain dalam mode single-player atau melawan komputer dan juga dapat bermain dengan sesama manusia lainnya.

Starcraft merupakan salah satu permainan yang menawarkan tantangan teknis untuk algoritma komputer karena kompleksitasnya. Ada hampir 100 unit strategi yang berbeda dan seorang pemain dapat memilih variasi permainan yang tak terhitung jumlahnya.

Pada tahun 2010, pemain starcraft ternama di Spanyol berhasil dikalahkan oleh Berkley Overmind, sebuah program komputer yang dikembangkan oleh mahasiswa fakultas ilmu komputer dari UC Berkeley.

Tetapi kecerdasan komputer buatan masih kalah jauh untuk mengalahkan kecerdasan otak manusia dalam melakukan permainan ini. Komputer mungkin dapat melampaui otak manusia jika dihadapkan pada kecepatan permainan, tetapi komputer tidak mampu melakukan keseluruhan strategi yang diperlukan untuk memecahkan permainan ini.

4. Menciptakan karya seni

Seni didefinisikan sebagai produk atau proses yang memiliki makna simbolis yang mempengaruhi satu atau lebih indera, emosi dan kecerdasan. Manusia telah menciptakan seni sekitar puluhan ribu tahun yang lalu.

Seniman pada masa purbakala telah mampu mengukir atau menggambarkan karyanya pada gua-gua atau kerang laut. Kini beberapa seniman menggunakan cat untuk melukis, menggunakan kayu untuk memahat, dan menggunakan tanah liat untuk menciptakan patung.

Komputer menyebut program seperti photoshop dan illustrator sebagai seni yang mengandalkan kode-kode tertentu seperti java untuk bekerja. Tapi seni pada komputer tidak benar-benar dibuat oleh komputer karena manusia memfasilitasi penciptaannya dengan kreativitasnya.

Otak manusia jauh lebih unggul dalam bidang seni dibanding otak komputer. Seni yang dihasilkan oleh komputer adalah salah satu yang sepenuhnya dikembangkan oleh kecerdasan buatan. Komputer tidak mampu menghasilkan karya yang mengandung unsur emosional seperti yang dapat diciptakan oleh otak manusia.

5. Penulisan

Seperti penciptaan seni, otak manusia lebih mendominasi kemampuan dalam hal penulisan dibanding hal yang dapat dilakukan oleh komputer. Meskipun komputer dilengkapi oleh program yang mampu mengoreksi kata-kata jika penggunanya melakukan kesalahan dalam hal penulisan, tetapi otak manusia memiliki fungsi penulisan yang jauh lebih baik. 





sumber

Mhiman - 04.32

Mau Melatih Otak Efisien? Seringlah Bicara Bilingual

Orang yang sering berbicara dua bahasa rupanya memberi banyak manfaat buat otak. Dari hasil pemindaian citra otak, maka penggunaan otak jadi lebih efisien.

Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berbicara beberapa bahasa ternyata lebih baik dalam hal multi-tasking. Dengan belajar beralih antarbahasa, otak akan menjadi terampil mengambil kontrol atas tugas dan waktu tertentu ketika mendapati informasi yang tidak perlu. Ini semacam fleksibilitas kognitif yang penting dalam banyak bidang kehidupan dan cenderung akan menurun karena usia.



 
Percobaan

Untuk mengetahui bagaimana bilingualisme bisa meningkatkan fungsi otak, Brian Gold, ahli syaraf di University of Kentucky, Lexington bersama rekannya, menempatkan 80 orang dalam sebuah mesin MRI.

Di dalam mesin itu terlihat aliran oksigen dalam otak mereka saat melakukan tugas dasar penelitian. Responden dianjurkan untuk menekan tombol tertentu dalam menanggapi pertanyaan tentang bentuk benda atau warna.

Para ilmuwan menemukan bahwa orang tua yang berbicara dua bahasa dengan lancar terlihat lebih cepat merespons pertanyaan dibandingkan dengan responden lain yang hanya menguasai satu bahasa.

"Bilingualisme tidak membuat Anda jadi seperti anak muda, tetapi membuat Anda lebih cepat berpikir dibandingkan dengan rekan-rekan yang hanya bicara satu bahasa," ujar Gold seperti dikutip Discovery News.

Hal ini menunjukkan, dengan belajar beralih antarbahasa, otak akan menjadi terampil mengambil kontrol atas tugas dan waktu tertentu ketika mendapati informasi yang tidak perlu.


sumber

Mhiman - 04.22

Kamis, 10 Januari 2013

Penyakit Yang Membuat Orang Menjadi Pintar

Kamis, 10 Januari 2013

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXEOr_y6izdFj8Y8leSGO9mD14DCdaJlOe9e0XF9TokdwJf0w6nTunufIc9n6h2xpHmQ9Q1K6liHsUkcNkbiR6oMrnp8ZhN1fgmBx7l3UCbjFnQ6NNR0lo2horNxDb1MMlkqDQdfJikZU/s1600/Prison-Break-prison-break-638210_1024_768.jpg

Saat tubuh anda bertumbuh dan berkembang, pikiran belajar untuk mengenal dan menyaring berbagai macam objek dan informasi, proses ini disebut dengan Latent Inhibition atau disingkat dengan LI (Indonesia: Inhibisi Laten).



Dalam beberapa kasus, manusia mempunyai kepekaan berlebih terhadap berbagai kondisi lingkungan, seperti bunyi-bunyian, nomor seri telepon genggam di meja anda, atau merek dan tanggal produksi lampu di kamar anda. Kelainan ini disebut dengan Low Latent Inhibition atau LLI.


Tanda-tanda orang yang mengidap LLI:


1. Lebih peka terhadap informasi di sekitar anda: 
Anda melihat lebih banyak, mendengar lebih banyak, lebih bau dan merasa lebih melalui kontak sentuhan. Tanpa upaya sadar, pikiran Anda memiliki sebuah asupan informasi yang lebih luas .Setelah menghadapi segala bentuk rangsangan (yang menarik bagi Anda), pikiran Anda secara otomatis mengeksplorasi komponen-komponennya. Jadi anda dapat mendapatkan informasi tentang sesuatu yang terlewatkan oleh orang normal.


2 .Dapat mengetahui kebohongan seseorang: 
Anda biasanya mampu melihat kebohongan dan penipuan yang digunakan orang dalam kehidupan sehari-hari.


3. Mampu belajar dengan cepat: 
Ketika belajar, Anda dapat membuat perubahan seketika. Anda dapat mempraktekkan pelajaran yang baru saja anda serap, dan mampu membuat koneksi atau asosiasi antara 2 hal atau lebih yang biasanya pada orang normal, tampak seperti tidak berhubungan sama sekali. Mudah memahami penjelasan. Anda melihat informasi latar belakang non-verbal dan ini sering memberikan gambaran yang lebih komprehensif daripada apa yang diucapkan.


4. There is no talking voice in your head: 
Anda berpikir secara jernih dengan pikiran sadar anda. Informasi tenggelam sepenuhnya dalam pikiran sadar anda tanpa pengaruh pikiran bawah sadar.


5. Sulit untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran: 
Karena pikiran anda sangat teliti dan mendetail tentang hal-hal yang dianggap sepele oleh orang lain, maka anda akan sulit untuk menjelaskannya secara verbal kepada orang lain.


6. Orang lain terlihat bodoh dan membosankan dengan penjelasannya: 
Anda akan merasa sebal dan geregetan bila mendengarkan penjelasan orang normal karena dalam pikiran anda, orang tersebut menjelaskan tentang sesuatu yang anda anggap seharusnya sudah dijelaskan beberapa jam sebelumnya. Jadi ibarat, seseorang berbicara masih sampai di poin A, sedangkan pikiran anda sudah mencapai poin P (dalam alfabet).


7. Ilmu pengetahuan adalah sumber ketenangan: 
Anda dapat menemukan ketenangan dan ketenteraman dalam mempelajari berbagai hal yang berbau sains.
Orang yang mengidap LLI beresiko mengalami keterbelakangan mental bila orang tersebut tidak memiliki IQ yang cukup untuk memproses segala informasi yang dia dapatkan dari lingkungan sekitarnya
 
 

Mhiman - 22.37

7 Fenomena Ajaib Yang Terjadi Dalam Pikiran Manusia

1. Deja Vuu


deja vuu

Deja vu adalah pengalaman tertentu akan sesuatu yang sedang berlangsung di mana anda sudah mengalaminya atau melihat situasi baru itu sebelumnya – anda merasa seolah-olah peristiwa telah terjadi atau sedang mengulanginya.Pengalaman itu biasanya disertai oleh perasaan yang kuat seperti sudah mengenal dan suatu perasaan berupa kengerian, asing, atau aneh. Pengalaman "yang sebelumnya" ini biasanya berhubungan dengan mimpi, tetapi kadang kadang ada suatu perasaan pasti bahwa itu sudah terjadi di masa lalu.

2. Deja Vecu

Yang Terjadi Dalam Pikiran Manusia
Deja vecu (Dibaca deya vay-koo) adalah apa yang dialami banyak orang ketika mereka berpikir sedang mengalami deja vu. Deja vu adalah perasaan telah melihat sesuatu sebelumnya, sedangkan deja vecu adalah pengalaman setelah melihat suatu peristiwa sebelumnya, tapi hanya di dalam detil yang besar – seperti mengenali bau-bauan dan bunyi-bunyian. Hal ini juga biasanya disertai oleh suatu perasaan yang sangat kuat akan pengetahuan sesuatu yang akan datang kemudian. Pengalaman yang pernah terjadi – tidak hanya mengenal apa yang akan datang berikutnya – tetapi juga mampu mengatakan kepada orang di sekitar apa yang akan datang itu, dan biasanya itu adalah benar. Ini sangat aneh dan sensasi yang tidak bisa dijelaskan.

3. Deja Visite

Deja Visite adalah pengalaman yang hanya sedikit orang mengalaminya di mana melibatkan suatu pengetahuan gaib akan suatu tempat yang baru. Sebagai contoh, anda mungkin pernah mengetahui jalur jalan di suatu kota yang baru anda datangi atau pemandangannya meskipun tidak pernah ke sana sebelumnya, dan anda yakin mustahil mempunyai pengetahuan tentang itu. Kalau Deja Visite tentang hubungan-hubungan geografis dan ruang, selagi Deja Vecu adalah tentang kejadian-kejadian sementara waktu. Nathaniel Hawthorne menulis tentang sebuah pengalaman seperti ini di dalam bukunya "Our Old Home" di mana dia mengunjungi sebuah benteng yang sudah hancur dan mempunyai pengetahuan lengkap mengenai denah tata letaknya. Ia kemudiannya mampu melacak pengalaman itu dalam sebuah puisi karangan Alexander Pope yang dibacanya beberapa tahun kemudian. Puisi itu menggambarkan keadaan benteng itu dengan akurat persis seperti yang diketahuinya.

4. Deja Senti

Deja Senti adalah fenomena akan sesuatu yang pernah dirasakan. Hal ini eksklusif sebuah fenomena kejiwaan dan jarang menetap di dalam ingatan anda setelah itu. Di dalam kata-kata dari orang setelah mengalaminya adalah: "Apa yang menjadi perhatian adalah apa yang sudah diperhatikan sebelumnya, dan sungguh sudah dikenal, tetapi sudah dilupakan untuk sementara waktu, dan sekarang merasa puas seakan-akan hal itu telah diingat kembali. Kemampuan mengingat itu selalu dimulai dengan suara orang lain, atau oleh perkataan dari pikiranku sendiri, atau dengan apa yang kubaca dan perkataan jiwa. Aku pikir selama keadaan tidak normal aku berkata-kata secara umum beberapa kalimat sederhana seperti Oh, ya. Aku mengerti, Tentu saja, aku ingat, dan lain-lain, hanya satu atau dua menit kemudian aku dapat mengingat kembali semuanya, dengan tidak memerlukan kata-kata maupun pemikiran yang dinyatakan dengan lisan untuk menimbulkan ingatan. Aku hanya mendapatkan bahwa perasaan itu serupa dengan apa yang sudah kurasakan sebelumnya di dalam kondisi tidak normal seperti itu. Anda berpikir baru saja mengucapkannya, tetapi anda juga menyadari bahwa sesungguhnya tidak mengucapkan suatu kata pun.

5. Jamais Vu

Jamais vu (tidak pernah melihat) digambarkan sebagai sebuah situasi sudah pernah dikenal tapi tidak bisa mengenali. Hal itu sering dianggap sebagai kebalikan dari deja vu dan menimbulkan perasaan ngeri dan takut. Anda tidak mengenali sebuah situasi meskipun anda mengetahui secara rasional bahwa anda telah berada di dalam situasi itu sebelumnya. Secara umum dapat dijelaskan ketika seseorang beberapa saat tidak mengenali seseorang, kata, atau tempat yang sebetulnya sudah diketahuinya. Ini menjadikan orang percaya bahwa jamais vu merupakan sejenis gejala dari kelelahan otak.

6. Presque Vu

Presque vu sering diungkapkan dengan kata-kata, "serasa sudah di ujung lidah" – merupakan perasaan yang kuat bahwa anda akan mendapatkan petunjuk atau ilham akan apa yang terlupa, tapi tidak pernah datang. Istilah "presque vu" artinya "hampir melihat". Sensasi presque vu dapat sangat mengacaukan perasaan dan pikiran, dan seringkali orang sudah tidur dibuatnya.

7. Lesprit de lEscalier

L'esprit de l'escalier (lelucon di tangga rumah) adalah rasa untuk berpikir suatu komentar balasan yang cerdas ketika hal itu sudah terlambat untuk disampaikan. Ungkapan itu dapat digunakan untuk menguraikan tentang komentar balasan yang cepat terhadap penghinaan, atau setiap komentar pintar dan jenaka, walaupun kedatangannya sudah terlambat dan tidak berguna lagi diumpamakan kita berpikir ketika sudah berada di atas tangga meninggalkan suatu kejadian.Sebuah kata dari bahasa Jerman treppenwitz digunakan untuk maksud yang sama. Ungkapan yang terdekat di dalam bahasa Inggris untuk menguraikan situasi ini adalah "being wise after the event atau menjadi bijaksana setelah kejadian. Peristiwa itu biasanya disertai oleh perasaan penyesalan karena tidak terpikirkan sebelumnya untuk memberikan komentar balasan yang cepat di saat diperlukan. Tapi mungkin lebih bijaksana kalau kita berpikir bahwa balasan itu mungkin bisa merunyamkan hubungan. Tuhan menyintai orang yang sabar dan menahan diri.


sumber

Mhiman - 08.57

Rabu, 09 Januari 2013

13 Abad Lalu Khalifah Umar Sudah Blusukan

Rabu, 09 Januari 2013

Menemui rakyat dan mengunjungi rakyatnya memang sudah menjadi tugas dan kewajiban para pemimpin. Turun ke rakyat langsung seperti yang dilakukan Gubernur Jokowi atau Presiden SBY yang akhir-akhir ini mulai ramai dibicarakan. Ternyata pada jaman khalifah blusukan atau apapun sebutannya sudah sering dilakukan oleh khalifah Umar Bin Khatab.

Blusukan Pemimpin
Blusukan ala Jokowi sudah dilakukan sejak tujuh tahun lalu saat masih di Solo sebagai Walikota. Jokowi melanjutkan kegiatan itu di DKI dalam tiga bulan terakhir ini sebagai Gubernur. Catatan media menunjukkan, selama tiga bulan menjabat, Jokowi lebih banyak di lapangan katimbang di balik meja.

Sementara itu, blusukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Kampung Nelayan di Tangerang, beberapa waktu lalu ternyata menimbulkan bahasan hangat. Banyak yang mengatakan sidak SBY tersebut mengekor apa yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). Bagi pendukung SBY, mereka menolak SBY disebut mengekor Jokowi, sedangkan pendukung Jokowi menilai, gaya blusukan Jokowi lebih kece.

Umar Bin Khotob Sudah Blusukan 13 Abad Lalu
Sebagai umat Islam, kita tidak perlu takjub sambil bilang ‘WOW’ ketika membaca berita blusukan SBY atau Jokowi. Tiga belas abad lampau, umat Islam sudah punya pemimpin yang menjadi panutan dan sudah melakukan ‘blusukan’ langsung kepada rakyatnya, tanpa tendensi ‘pencitraan’ apalagi liputan media, tentu saja karena saat itu belum ada media massa seperti saat ini.
Pemimpin umat Islam yang kita maksudkan adalah Khalifah Umar Bin Khottob radhiyallahu ‘anhu. 
Pengganti Abu Bakar
Pada masa Abu Bakar menjabat sebagai khalifah, Umar merupakan salah satu penasehat kepalanya. Setelah meninggalnya Abu Bakar pada tahun 634, Umar ditunjuk untuk menggantikan Abu Bakar sebagai khalifah kedua dalam sejarah Islam.

Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium). Saat itu ada dua negara adi daya yaitu Persia dan Romawi. Namun keduanya telah ditaklukkan oleh kekhalifahan Islam dibawah pimpinan Umar.

Blusukan Umar bin Khottob
Umar adalah sosok pemimpin teladan yang sangat mengerti kepentingan rakyatnya. Padahal ia sendiri hidup dalam kondisi sangat sederhana. Pada suatu malam, sudah menjadi kebiasaan bahwa Khalifah Umar bin Khattab sering berkeliling mengunjungi, menginvestigasi kondisi rakyatnya dari dekat.

Nah, pada suatu malam itu, ia menjumpai sebuah gubuk kecil yang dari dalam terdengar suara tangis anak-anak. Ia pun mendekat dan mencoba untuk memperhatikan dengan seksama keadaan gubuk itu.

Dialog Umar bin Khattab dengan seorang Ibu.
Ternyata dalam gubuk itu terlihat seorang ibu yang sedang memasak, dan dikelilingi oleh anak-anaknya yang masih kecil. Si ibu berkata kepada anak-anaknya,
“Tunggulah…! Sebentar lagi makanannya matang.” Sang Khalifah memperhatikan dari luar, si ibu terus menerus menenangkan anak-anaknya dan mengulangi perkataannya bahwa makanan yang dimasaknya akan segera matang. Sang Khalifaf menjadi sangat penasaran, karena yang dimasak oleh ibu itu tidak kunjung matang, padahal sudah lama dia memasaknya.

Akhirnya Khalifah Umar memutuskan untuk menemui ibu itu, “Mengapa anak-anakmu tidak juga berhenti menangis, Bu..?” tanya Sang Khalifah.
“Mereka sangat lapar,” jawab si ibu.
“Kenapa tidak cepat engkau berikan makanan yang dimasak dari tadi itu?” tanya Khalifah.
“Kami tidak ada makanan. Periuk yang dari tadi aku masak hanya berisi batu untuk mendiamkan mereka. Biarlah mereka berfikir bahwa periuk itu berisi makanan, dengan begitu mereka akan berhenti menangis karena kelelahan dan tertidur.” jawab si ibu.

Setelah mendengar jawab si ibu, hati sang Kahlifah Umar bin Khattab serasa teriris. Kemudian Khalifah bertanya lagi,
“Apakah ibu sering berbuat demikian setiap hari?”
“Iya, saya sudah tidak memiliki keluarga atau pun suami tempat saya bergantung, saya sebatang kara…,” jawab si ibu.
Hati dari sang Khalifah laksana mau copot dari tubuh mendengar penuturan itu, hati terasa teriris-iris oleh sebilah pisau yang tajam.
“Mengapa ibu tidak meminta pertolongan kepada Khalifah supaya ia dapat meolong dengan bantuan uang dari Baitul Mal?” tanya sang khalifah lagi.
“Ia telah zalim kepada saya…,” jawab si ibu.
“Zalim….,” kata sang khalifah dengan sedihnya.
“Iya, saya sangat menyesalkan pemerintahannya. Seharusnya ia melihat kondisi rakyatnya. Siapa tahu ada banyak orang yang senasib dengan saya!” kata si ibu.

Khalifah Umar bin Khattab kemudian berdiri dan berkata, “Tunggulah sebentar, saya akan segera kembali.”

Bantuan dari Khalifah.
Di malam yang semakin larut dan hembusan angin terasa kencang, Sang Khalifah segera bergegas menuju Baitul Mal di Madinah. Ia segera mengangkat sekarung gandum yang besar di pundaknya ditemani oleh sahabatnya Ibnu Abbas. Sahabatnya membawa minyak samin untuk memasak.

Jarak antara Madinah denga rumah ibu itu terbilang jauh, hingga membuat keringat bercucuran dengan derasnya dari tubuh Umar. Melihat hal ini, Abbas berniat untuk menggantikan Umar untuk mengangkat karung yang dibawanya itu, tapi Umar menolak sambil berkata, “Tidak akan aku biarkan engkau membawa dosa-dosaku di akhirat kelak. Biarkan aku bawa karung besar ini karena aku merasa sudah begitu bersalah atas apa yang terjadi pada ibu dan anak-anaknya itu.”

Beberapa lama kemudian sampailah Khalifah dan Abbas di gubuk ibu itu. Begitu sekarung gandum dan minyak samin itu diserahkan, bukan main gembiranya mereka. Setelah itu, Umar berpesan agar ibu itu datang menemui Khalifah keesokan harinya untuk mendaftarkan dirinya dan anak-anaknya di Baitul Mal.

Setelah keesokan harinya, ibu dan anak-anaknya pergi untuk menemui Khalifah. Betapa sangat terkejutnya si ibu begitu menyaksikan bahwa lelaki yang telah menolongnya tadi malam adalah Khalifahnya sendiri, Khalifah Umar bin Khattab.

Segera saja si ibu minta maaf atas kekeliruannya yang telah menilai bahwa khalifahnya zalim terhadapnya. Namun Sang Khalifah tetap mengaku bahwa dirinyalah yang telah bersalah.

Begitulah contoh pemimpin dalam Islam. Kita sudah pernah punya Umar bin Khottob.
sumber

Mhiman - 20.21