;
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Mei 2013

Benarkah Kapal Nabi Nuh Berasal dari Nusantara?

Senin, 13 Mei 2013

SEPUTAR BERITA DAN INFORMASI http://ryantatonugroho.blogspot.com/
Sejak ditemukannya situs kapal Nabi Nuh AS oleh Angkatan Udara Amerika serikat, tahun 1949, yang menemukan benda mirip kapal di atas Gunung Ararat-Turki dari ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 M). dan di muat dalam berita Life Magazine pada 1960, saat pesawat Tentara Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal yang panjangnya sekitar 150 M. Penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark) terus berlanjut hingga kini.

Seri pemotretan oleh penerbang Amerika Serikat, Ikonos pada 1999-2000 tentang adanya dugaan kapal di Gunung Ararat yang tertutup salju, menambah bukti yang memperkuat dugaan kapal Nabi Nuh AS itu. Kini ada penelitan terbaru tentang dari mana kapal Nabi Nuh AS itu berangkat. Atau di mana kapal Nabi Nuh AS itu dibuat?

Baru-baru ini, gabungan peneliti arkeolog-antropolgy dari dua negara, China dan Turki, beranggotakan 15 orang, yang juga membuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh AS itu, menemukan bukti baru. Mereka mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa; serpihan kayu kapal, tambang dan paku.

Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti yang mengejutkan, bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS berasal dari kayu jati yang ada di Pulau Jawa.

Mereka telah meneliti ratusan sample kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100 persen cocok dengan sample fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS. Sebagaimana diungkap oleh Yeung Wing, pembuat film documenter The Noah’s Ark, saat melakukan konfrensi pers di Hongkong, Senin (26/4/2010) yang lalu.

“Saya meyakini 99 persen, bahwa situs kapal di Gunung Ararat, Turki adalah merupakan fosil Kapal Nuh yang ribuan tahun lalu terdampar di puncak gunung itu, setelah banjir besar menenggelamkan dunia dalam peristiwa mencairnya gleser di kedua kutub” Jelas Yeung Wing

Pendapat National Turk
Dr.Mehmet Salih Bayraktutan PhD, yang sejak 20 Juni 1987 turut meneliti dan mempopulerkan situs Kapal Nabi Nuh AS, mengatakan: “Perahu ini adalah struktur yang dibuat oleh tangan manusia.” Dalam artikelnya juga mengatakan, lokasinya di Gunung Judi (Ararat) yang disebut dalam Al Qur’an, Surat Hud ayat 44. Sedangkan dalam injil: Perahu itu terdampar diatas Gunung Ararat (Genesis 8 : 4).

Menurut peneliti The Noah’s Ark, kapal dibuat di puncak gunung oleh Nabi Nuh AS, tak jauh dari desanya. Lalu berlayar ke anta beranta, saat dunia ditenggelamkan oleh banjir besar. Berbulan-bulan kemudian, kapal Nabi Nuh AS merapat ke sebuah daratan asing. Ketika air menjadi surut, maka tersibaklah bahwa mereka terdampar di puncak sebuah gunung.

Bila fosil kayu kapal itu menunjukan berasal dari Kayu jati, dan itu hanya tumbuh di Indonesia jaman purba, boleh jadi Nabi Nuh AS dan umatnya dahulu tinggal di sana. Saat ini kita dapat saksikan dengan satelit, bahwa gugusan ribuan pulau itu (Nusantara), dahulu merupakan daratan yang luas.

Sedangkan Dr.Bill Shea, seorang antropolog, menemukan pecahan-pecahan tembikar sekitar 18 M dari situs kapal Nabi Nuh AS. Tembikar ini memiliki ukiran-ukiran burung, ikan dan orang yang memegang palu dengan memakai hiasan kepala bertuliskan Nuh.

Dia menjelaskan, pada jaman kuno, barang-barang tersebut dibuat oleh penduduk lokal di desa itu untuk dijual kepada para peziarah situs kapal. “Sejak jaman kuno hingga saat ini, fosil kapal tersebut telah menjadi lokasi wisata,” ujarnya. 



Mhiman - 10.25

Jumat, 29 Maret 2013

Sejarah Kelam Ka'bah Dari Waktu Ke Waktu

Jumat, 29 Maret 2013

Sejarah Ka’bah
Awalnya, Mekkah hanyalah sebuah hamparan kosong. Sejauh mata memandang pasir bergumul di tengah terik menyengat. Aliran zamzamlah yang pertama kali mengubah wilayah gersang itu menjadi sebuah komunitas kecil tempat dimulainya peradaban baru dunia Islam.Bangunan persegi bernama Ka’bah didaulat menjadi pusat dari kota itu sekaligus pusat ibadah seluruh umat Islam. Mengunjunginya adalah salah satu dari rukun Islam, Ibadah Haji.Ka’bah masih tetap berdiri kokoh hingga saat ini dan diperkirakan masih terus berdiri hingga kiamat menjelang. Beberapa generasi pernah menjadi saksi berdirinya Ka’bah hingga berbagai kemelut menyelimutinya

Adalah Ismail, putra Nabi Ibrahim dan Siti Hajar, yang kaki mungilnya pertama kali menyentuh sumber mata air zamzam. Akibat penemuan mata air abadi ini, Siti Hajar dan Ismail yang kala itu ditinggal oleh Ibrahim ke Kanaan di tengah padang, tiba-tiba kedatangan banyak musafir. Beberapa memutuskan untuk tinggal, beberapa lagi beranjak.

Ibrahim datang dan kemudian mendapatkan wahyu untuk mendirikan Ka’bah di kota kecil tersebut. Ka’bah sendiri berarti tempat dengan penghormatan dan prestise tertinggi.
Ka’bah yang didirikan Ibrahim terletak persis di tempat Ka’bah lama yang didirikan Nabi Adam hancur tertimpa banjir bandang pada zaman Nabi Nuh. Adam adalah Nabi yang pertama kali mendirikan Ka’bah.
 
Tercatat, 1500 SM adalah merupakan tahun pertama Ka’bah kembali didirikan. Berdua dengan putranya yang taat, Ismail, Ibrahim membangun Ka’bah dari bebatuan bukit Hira, Qubays, dan tempat-tempat lainnya.

Bangunan mereka semakin tinggi dari hari ke hari, dan kemudian selesai dengan panjang 30-31 hasta, lebarnya 20 hasta. Bangunan awal tanpa atap, hanyalah empat tembok persegi dengan dua pintu.


Celah di salah satu sisi bangunan diisi oleh batu hitam besar yang dikenal dengan nama Hajar Aswad. Batu ini tersimpan di bukit Qubays saat banjir besar melanda pada masa Nabi Nuh.

Batu ini istimewa, sebab diberikan oleh Malaikat Jibril. Hingga saat ini, jutaan umat Muslim dunia mencium batu ini ketika berhaji, sebuah lelaku yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad.

Selesai dibangun,  Allah memerintahkan Ibrahim untuk menyeru umat manusia berziarah ke Ka’bah yang didaulat sebagai Rumah Tuhan. Dari sinilah, awal mula haji, ibadah akbar umat Islam di seluruh dunia.


Karena tidak beratap dan bertembok rendah, sekitar dua meter, barang-barang berharga di dalamnya sering dicuri. Bangsa Quraisy yang memegang kendali atas Mekkah ribuan tahun setelah kematian Ibrahim berinisiatif untuk merenovasinya. Untuk melakukan hal ini, terlebih dahulu bangunan awal harus dirubuhkan.


Al-Walid bin Al-Mughirah Al-Makhzumy adalah orang yang pertama kali merobohkan Ka’bah untuk membangunnya menjadi bangunan yang baru.


Pada zaman Nabi Muhammad, renovasi juga pernah dilakukan pasca banjir besar melanda. Perselisihan muncul di antara keluarga-keluarga kaum Quraisy mengenai siapakah yang pantas memasukkan Hajar Aswad ke tempatnya di Ka’bah.

Rasulullah berperan besar dalam hal ini. Dalam sebuah kisah yang terkenal, Rasulullah meminta keempat suku untuk mengangkat Hajar Aswad secara bersama dengan menggunakan secarik kain. Ide ini berhasil menghindarkan perpecahan dan pertumpahan darah di kalangan bangsa Arab.


Renovasi terbesar dilakukan pada tahun 692. Sebelum renovasi, Ka’bah terletak di ruang sempit terbuka di tengah sebuah mesjid yang kini dikenal dengan Masjidil Haram. Pada akhir tahun 700-an, tiang kayu mesjid diganti dengan marmer dan sayap-sayap mesjid diperluas, ditambah dengan beberapa menara. Renovasi dirasa perlu, menyusul semakin berkembangnya Islam dan semakin banyaknya jemaah haji dari seluruh jazirah Arab dan sekitarnya.


Wajah Masjidil Haram modern dimulai saat renovasi tahun 1570 pada kepemimpinan Sultan Selim. Arsitektur tahun inilah yang kemudian dipertahankan oleh kerajaan Arab Saudi hingga saat ini.


Pada penyatuan Arab Saudi tahun 1932, negara ini didaulat menjadi Pelindung Tempat Suci dan Raja Abdul Aziz adalah raja pertama yang menyandang gelar Penjaga Dua Mesjid Suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.


Pada pemerintahannya, Masjidil Haram diperluas hingga dapat memuat kapasitas 48.000 jemaah, sementara Masjid Nabawi diperluas hingga dapat memuat 17.000 jemaah.
Pada pemerintahan Raja Fahd tahun 1982, kapasitas Masjidil Haram diperluas hingga memuat satu juta jemaah. Renovasi ketiga selesai pada tahun 2005 dengan tambahan beberapa menara. Pada renovasi ketiga ini, sebanyak 500 tiang marmer didirikan, 18 gerbang tambahan juga dibuat. Selain itu, berbagai perangkat modern, seperti pendingin udara, eskalator dan sistem drainase juga ditambahkan.

Saat ini, pada masa kepemimpinan Raja Abdullah bin Abdul-Aziz, renovasi keempat tengah dilakukan hingga tahun 2020. Rencananya, Masjidil Haram akan diperluas hingga 35 persen, dengan kapasitas luar mesjid dapat menampung 800.000 hingga 1.120.000 jemaah. Jika rampung, bagian dalam Masjidil Haram akan dapat menampung hingga dua juta jemaah.


Banjir Ka’bah
Bencana alam yang mungkin sering terjadi di wilayah Mekkah adalah banjir. Terbesar tentu saja pada masa banjir bandang Nabi Nuh. Kala itu seluruh bangunan Ka’bah runtuh. Banjir juga terjadi beberapa kali di masa Nabi Muhammad. Sepeninggalnya, pada masa Khalifah Umar bin Khattab, banjir merusak dinding-dinding Ka’bah.

Salah satu banjir yang sempat terdokumentasikan adalah banjir besar pada tahun 1941. Dalam gambar yang dipublikasikan secara luas, terlihat bagian dalam Masjidil Haram terendam banjir hingga hampir setengah tinggi Ka’bah.


Di beberapa tempat bahkan mencapai leher orang dewasa. Banjir-banjir inilah yang kemudian membuat beberapa tiang mesjid yang terbuat dari kayu menjadi lapuk dan rapuh. Kerajaan Saudi terpaksa harus melakukan perbaikan beberapa kali untuk mengatasi hal ini.


Banjir sering terjadi di Mekkah karena letak geografis kota tersebut yang diapit beberapa bukit. Hal ini menjadikan Mekkah berada di dataran rendah yang letaknya seperti mangkuk. Air hujan tidak dapat dapat mudah diserap oleh tanah, mengingat lahan Timur Tengah yang tandus. Alhasil banjir bisa berlangsung selama beberapa lama. Ditambah lagi, sistem drainase kala itu tidak sebaik sekarang.


Selain banjir, berbagai insiden pertumpahan darah tercatat pernah mewarnai sejarah Masjidil Haram. Mulai dari zaman sebelum Nabi Muhammad lahir hingga ke zaman modern di abad ke 20. Beberapa insiden tersebut diakhiri dengan kemenangan para penguasa Ka’bah.


Serangan Gajah
Serangan terhadap Ka’bah yang paling terkenal terjadi pada tahun 571 Masehi, tahun kelahiran Nabi Muhammad. Kala itu, sebanyak 60.000 pasukan gajah yang dipimpin oleh Gubernur Yaman, Abrahah, berencana menyerbu Mekkah dan menghancurkan Ka’bah.

Negara Yaman adalah salah satu negara Kristen besar kala itu. Sebuah gereja besar yang indah didirikan pada pemerintahan Raja Yaman, Habshah. Gereja tersebut bernama Qullais. Abrahah sebagai pembina gereja bersumpah akan memalingkan pemujaan warga Arab dari Ka’bah di Mekkah ke gerejanya di Yaman.


Alkisah, mendengar hal ini, seorang Arab dari qabilah Bani Faqim bin Addiy tersinggung kemudian masuk ke dalam gereja dan membuang hajat di dalamnya. Abrahah marah luar biasa dan bersumpah akan meruntuhkan Ka’bah. Berangkatlah dia beserta tentara terkuatnya, menunggang 60.000 ekor gajah.


Tidak ada satupun kekuatan kabilah Arab Saudi yang mampu menandingi kekuatan puluhan ribu tentara gajah tersebut. Berdasarkan komando dari kakek Muhammad, Abdul Mutalib, para penduduk Mekkah mengungsi ke puncak-puncak bukit di sekeliling Ka’bah. Berangkatlah rombongan tentara Abrahah menuju Ka’bah, hendak menghancurkan bangunan mulia tersebut.


Menurut kisah, laju tentara gajah terhenti akibat serangan dari ribuan burung Ababil. Burung-burung ini membawa tiga butir batu panas di kedua kakinya dan paruhnya. Dilepaskannya batu-batu tersebut di atas tentara gajah. Batu yang konon berasal dari neraka itu menembus daging para tentara dan gajah-gajah mereka. Sebuah tafsir mengatakan burung-burung itu membawa penyakit cacar yang menyebabkan para tentara Abrahah tewas akibat bisul yang sangat panas.


Inilah sebabnya, tahun penyerangan tentara Abrahah ke Mekkah dinamakan sebagai Tahun Gajah. Kisah ini juga tertulis jelas di surat Al Fiil di kitab suci Al-Quran. “Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” (Al Fiil: 3-4).


Bentrok dengan Iran
Di zaman modern, insiden paling sering adalah bentrok aparat keamanan Arab Saudi dengan para demonstran asal Iran. Kehadiran para demonstran merupakan perintah dari pemerintah Iran agar para jemaah haji Iran menyampaikan protes terhadap kerajaan Saudi.

Kerusuhan terparah terjadi pada 31 Juli 1987 yang menewaskan 401 orang. Di antaranya adalah 275 warga Iran, 85 warga Arab Saudi, dan 42 jemaah haji asal negara lain. Sebanyak 643 orang terluka, kebanyakan adalah jemaah haji Iran.


Perseteruan antara Arab Saudi dengan Iran sudah berlangsung relatif lama. Dimulai saat Muhammad bin Abdul Wahhab, ulama Salaf kenamaan Arab Saudi, memerintahkan penghancuran beberapa makam yang dikultuskan umat Islam di Hejaz, termasuk makam ulama Syiah Al-Baqi, pada tahun 1925.


Tindakan ini tidak ayal membuat marah pemerintahan dan rakyat Iran yang mayoritas Syiah.  Kemelut pun dimulai, Iran menyerukan penggulingan pemerintahan di Arab Saudi dan melarang seluruh warga Iran pergi haji pada tahun 1927.


Ketegangan bertambah parah setelah pada tahun 1943, pemerintah Arab Saudi memenggal kepala seorang jemaah haji Iran karena membawa kotoran manusia di pakaiannya ke dalam Masjidil Haram di Mekkah.
Iran protes keras dan melarang warganya pergi haji hingga tahun 1948.

Sejak saat itu, demonstrasi jemaah haji Iran terus dilakukan di Mekkah. Ini berkat imbauan Ayatullah Khomeini pada tahun 1971 yang memerintahkan setiap jemaah haji Iran untuk berhaji sambil menyampaikan pandangan politik mereka terhadap pemerintah Arab Saudi. Para jemaah Iran menyebut demonstrasi ini dengan nama “Menjaga Jarak dengan Para Musryikin.”


Pada tahun 1982, situasi kedua negara sempat tenang. Khomeini memerintahkan rakyatnya menjaga ketertiban dan perdamaian, tidak menyebarkan pamflet-pamflet propaganda, dan untuk tidak mengkritik pemerintahan Arab Saudi.


Sebagai balasannya, kerajaan Arab Saudi membebaskan jemaah haji Iran untuk kembali berhaji. Sebelumnya, Saudi membatasi jumlah jemaah haji asal Iran untuk menghindari konflik.

Ketegangan kembali terjadi pada Jumat, 31 Juli 1987. Para jemaah haji Iran melakukan pawai protes menentang para musuh Islam, yaitu Israel dan Amerika Serikat, di kota Mekkah. Ketika sampai di depan Masjidil Haram, mereka diblokir oleh aparat keamanan Arab Saudi, namun mereka tetap memaksa masuk.

Bentrokan berdarah kemudian terjadi yang mengakibatkan situasi kacau dengan beberapa orang terinjak-injak oleh massa yang panik.

Ada beberapa versi pemicu kematian ratusan orang pada insiden ini. Pemerintah Iran mengatakan, aparat keamanan Saudi melepaskan tembakan ke arah demonstran damai, sementara Arab Saudi mengatakan bahwa korban tewas akibat terjepit dan terinjak jemaah yang panik. Akibat hal ini, hubungan kedua negara kembali renggang dan pemerintah Arab Saudi kembali menerapkan pembatasan jemaah haji Iran.

Mahdi Palsu
Peristiwa berdarah lainnya terjadi pada 20 November 1979. Kala itu ratusan orang bersenjata menguasai Masjidil Haram dan menyandera puluhan ribu jemaah haji di dalamnya.
Penyanderaan dipimpin oleh Juhaimin Ibnu Muhammad Ibnu Saif al-Otaibi yang mengatakan saudara iparnya, Muhammad bin Abd Allah Al-Qahtani, adalah Imam Mahdi atau sang penyelamat akhir zaman.

Dilaporkan sebanyak 400-500 militan Otaibi, termasuk di dalamnya wanita dan anak-anak, mengeluarkan senjata yang mereka sembunyikan di balik baju dan merantai gerbang Masjidil Haram. Mereka memerintahkan para jemaah untuk tunduk kepada Mahdi palsu, Al-Qahtani.

Penyanderaan berlangsung selama dua minggu, sebelum akhirnya para militan diberantas oleh pasukan bersenjata gabungan antara Arab Saudi dengan beberapa negara.

Pasukan Arab Saudi sempat dipukul mundur karena hebatnya persenjataan para militan. Seluruh warga Mekkah dievakuasi ke beberapa daerah.

Pasukan kerajaan siap melakukan gempuran mematikan. Namun, mereka harus meminta izin dari ulama besar Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, yang telah  melarang segala jenis kekerasan di Masjidil Haram. Akhirnya dia mengeluarkan fatwa penyerangan mematikan untuk mengambil alih Ka’bah.


Dilaporkan 255 jemaat haji dan militan Otaibi tewas dalam penyerangan tersebut, sebanyak 560 orang terluka. Dari sisi tentara Arab Saudi, sebanyak 127 tewas dan 451 terluka.

Berbagai cerita berbeda mengisahkan saat-saat penyerangan oleh tentara gabungan Arab Saudi, Pakistan dan Perancis.

Salah satu laporan mengatakan tentara membanjiri Masjidil Haram dengan air dan mengalirinya dengan listrik, menyetrum para militan. Laporan lainnya mengatakan para tentara menggunakan gas beracun. Pasukan Perancis dipanggil karena pasukan Arab Saudi tidak berdaya.


Tentara Perancis ini dikabarkan menjadi Muslim dahulu sebelum masuk Masjidil Haram. Langkah ini mereka lakukan lantaran Masjidil Haram hanya boleh dimasuki oleh umat Muslim. Allahu a’lam.





Mhiman - 06.28

Minggu, 17 Februari 2013

Sepenggal Sejarah Simbol Hati Untuk Cinta

Minggu, 17 Februari 2013

Buah pemikiran seseorang terkadang dicurahkan dengan suatu simbol. Simbol juga memberikan arti dari suatu maksud yang ada didalam hati. Dan seperti cinta atau Love di gambarkan dengan simbol Hati. Lalu darimana simbol hati untuk cinta itu pertama kali di gambarkan? Nah, artikel berikut ini akan menceritakan tentang sepenggal sejarah simbol hati, sekedar penasaran aja gan, ok.. cekidot : 

1. 3000 Tahun SM

http://www.didunia.net/
Bentuk hati dipercaya ada pada 3000 tahun SM, berasal dari bentuk daun ivy yang sering digunakan masyarakat Yunani dan Roma sebagai ornamen dalam keramik dan bejana. Sulur yang merambat dari tumbuhan ivy dianggap melambangkan gairah. Daun ivy juga ditaruh di batu nisan sebagi tanda cinta yang abadi meski kematian memisahkan.

2. 631 Tahun SM
http://www.didunia.net/
Bangsa Yunani mengalami kekeringan dan ledakan populasi masyarakat sehingga pada 631 SM, mereka mencari sebuah kota baru. Mereka akhirnya mendirikan Kota Kierene yang terletak diujung utara Afrika. Di sana mereka menemukan biji silphium yang akhirnya digunakan untuk alat kontrasepsi. Bangsa Kinere pun membuat simbol bikin silphium menjadi sebuah koin dan berbentuk hati.

3. 384 Tahun SM
http://www.didunia.net/
Filsuf era klasik juga berpendapat mengenai simbol hati dan maknanya (384-322 SM). Aristoteles yang termasuk dalam tiga filsuf paling berpengaruh di pemikiran Barat berpendaapat bahwa jantung adalah pusat pemikiran dan emosi. Bahkan, terkadang jantung lebih kuat daripada pengaruh otak sebagai sitem saraf. Dengan demikian, jantung dirasa tepat seabagai pusat jiwa dan emosi.

4. Tahun 1304 - 1306
http://www.didunia.net/
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan pada 1304 - 1306, seorang pelukis bernama Giotto membuat sebuah karya Cappella degli Scrovegni. Lukisan tersebut bercerita mengenai seorang dermawan yang memegang sebuah hati (berbentuk jantung) dan memberikannya ke surga. Lukisan Giottopun dianggap begitu sakral dan melambangkan cinta yang tulus terhadap Tuhan.

5. Tahun 1304 - 1306
http://www.didunia.net/
Selanjutnya, antara 1489-1500, pelukis genius Leornado da Vinci menggambarkan ilustrasi awal bentuk jantung. Jika diperhatikan, ilustrasi itu seperti kombinasi gambar hati pada permainan dan bentuk nyata jantung. Gambar milik Da Vinci itu juga terlihat paling detail dan paling menyerupai bentuk jantung. Dan, seperti kepercayaan masyarakat Romawi, jantung adalah pusat dari jiwa dan emosi.


6. Tahun 2003
http://www.didunia.net/
Simbol hati semakin populer untuk melambangkan cinta. Bahkan pada 2003 simbol tersebut digunakan dalam beberapa film terkenal seperti Love Actually. Film drama romantis yang di sutradarai Richard Curtis itu sukses menembus jajaran box office. Hingga kini, simbol hati melekat pada Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang.
 
 
 

Mhiman - 09.59

Rabu, 13 Februari 2013

Sejarah Nama-nama Laut di Dunia

Rabu, 13 Februari 2013

Nama-nama laut yang ada di dunia kebanyakan berasal dari wilayah dekat laut tersebut. Namun tahukah Anda bahwa sejarah dan nama-nama laut itu sendiri memiliki cerita yang berharga untuk ditilik lebih jauh. Mari kita simak sejarah laut-laut di bawah ini.
 
 
Laut Arab
Laut Arab

Nama Laut Arab diterima dari lokasi geografisnya. Kawasan di Samudera Hindia yang dikelilingi oleh India pada bagian timur, Pakistan dan Iran dibagian utara dan semenanjung Arab di bagian barat. Sejak dari jaman kuno, banyak jalur perjalanan laut yang melalui Laut Arab yang menghubungan kawasan Arab dengan Afrika, India, Asia Tenggara dan Cina. Karavan-karavan penjelajah mengaruhi laut, bergelut dengan siang dan malam, berjalan di padang pasir yang cuacanya tidak menentu serta ancaman para perompak. Sekarang, Laut Arab merupakan jalur penghubungan pengiriman barang dari Eropa ke India.
 
 
Laut Cina Selatan
Laut Cina Selatan

Laut Cina Selatan adalah bagian Samudra Pasifik dan salah satu laut luar terbesar di Bumi. Walaupun dikelilingi oleh negara-negara berbeda, laut ini tetap dinamakan dengan Laut Cina Selatan dan ternyata menyimpan cerita menarik dalam sejarahnya. Di Cina, masyarakat lokal menyebut laut ini sebagai Laut Selatan karena membatasi Cina di bagian selatan. Di Vietnam, laut ini disebut Laut Timur karena berada di sebelah timur negara tersebut. Sebenarnya nama cina selatan diberikan oleh pelaut Portugis yang mengadakan perdagangan dengan Cina. Sebelumnya mereka menamakan laut ini Laut Selatan, namun karena masih banyak laut yang membatasi Cina di bagian selatan sehingga diubah menjadi Laut Cina Selatan.
 
 
Laut Karibia
Laut Karibia

Laut Karibia yang cantik dengan pulaunya yang eksotik membuat pengunjung kawasan ini mengidentikkan tempat ini seperti surga. Nama karibia didapat dari nama suku asli Amerika yang hidup di kawasan ini pada abad ke-15 yakni Carib yang pertama kali ditemukan penjelajah laut Eropa saat mengunjungi kepulauan Karibia pada saat itu. Christopher Colombus yang pertama kali menemukan Karibia saat berusaha menemukan benua Asia pada tahun 1492. Dengan ditemukannya kepulauan ini, secara cepat kawasan ini berkembang dan mendapatkan sentuhan budaya barat serta jalur perdagangan melalui laut ini menjadi ramai. Hal ini menyebabkan para pembajak juga tergiur untuk membajak kapal-kapal yang berisikan barang-barang yang diperdagangkan. Dewasa ini, kawasan Laut Karibia merupakan tempat 22 pulau indah dan tempat peristirahatan taraf internasional.
 
 
Laut Mediterania
Laut Mediterania
 
Kata Mediterania di dapat dari kata bahasa latin mediterraneus yang artinya pertengahan bumi. Orang Roma pada jaman dahulu memberi nama untuk laut ini karena laut Mediterania berada di tengah bumi (antara karena laut ini dikelilingi oleh daratan atau karena kawasan tengah bumi yang mereka ketahui hanya laut ini). Laut Mediterania memiliki peranan penting bagi sejarah budaya-budaya kuno. Laut ini mendukung perdagangan dan perluasan kekuasaan bangsa Eropa kuno.
 
 
Laut Bering
Laut Bering

Laut ini diberi nama bering karena penjelajah Eropa yang pertama kali menjelajahi laut ini, Vitrus Bering sejak tahun 1725-1743. Bagian utara laut ini dikelilingi Alaska, Siberia dan Semenanjung Kamchatka. Laut Bering dilapisi oleh es saat musim dingin dan tidak cukup hangat untuk dijadikan tempat berenang, tidak juga saat musim panas.
 
 
Laut Okhotsk
Laut Okhotsk

Laut Okhotsk pertama kali dijelajahi oleh orang Rusia bernama Ivan Moskvitin dan Vassili Poyarkov di tahun 1640an. Berdasarkan ahli sejarah Rusia, nama okhotsk didapat dari kata okhota yang berarti sungai dalam bahasa suku yang pada jaman dahulu tinggal di kawasan ini. Nama okhota sendiri juga dipakai sebagai nama sungai yang bermuara ke Laut Okhotsk. Hampir setiap tahun laut ini dilapisi es dan sebagian besar pulau-pulau di laut ini tidak berpenghuni.
 
 
Laut Andaman
Laut Andaman

Laut Andaman adalah laut yang terletak di bagian timur laut Samudera Hindia dan namanya diambil dari kepulauan Andaman. Pada jaman dahulu, kepulauan ini ditinggali suku kanibal. Kata andaman pertama kali muncul di karya ahli geografi Arab pada abad ke-9. Anggapan lain mengatakan bahwa kata andaman berasal dari bangsa melayu yang sering berlayar di lautan ini dan menangkap suku asli untuk dijadikan para budak. Bangsa melayu memanggil pulau tersebut dengan Handuman yang kemudian menjadi Andaman.
 
 
Laut Merah
Laut Merah

Laut Merah adalah kata terjemahan langsung dari kata bahasa Yunani Erythra Thalassa yang berasal dari jaman kuno. Ada dua teori mengapa laut ini dinamakan merah. Satu teori mengatakan terdapat bakteri merah yang muncul di permukaan laut pada musim tertentu dan satu lagi mengatakan karena gunung-gunung yang berwarna kemerahan dan kaya mineral yang terdapat di pinggir laut tersebut.

Laut Hitam
Laut Hitam

Laut Hitam adalah laut dalam yang dikelilingi kawasan Eropa, Anatolia dan pegunungan Kaukasus. Di setiap negara dimana laut ini berada memiliki cerita dan sejarah berbeda dari asal muasal nama Laut Hitam. Contohnya yang mengatakan bahwa laut ini begitu dalam sehingga memantulkan warna hitam atau karena laut ini berada di sebelah utara Turki ( kata utara dalam bahasa kuno di Turki istilahnya adalah hitam). Hal yang paling masuk akal untuk menjelaskan asal usul nama hitam adalah terdapatnya lapisan hidrogen sulfida yang terkandung 200 meter di bawah permukaan laut. Komponen ini membantu hidupnya populasi mikrobiologi yang menhasilkan semacam sedimen hitam, sehingga menyebabkan laut ini kelihatan hitam dan gelap.
 
 
 

Mhiman - 05.48

Senin, 11 Februari 2013

10 kelakuan buruk Thomas A. Edison kepada Nikola Tesla

Senin, 11 Februari 2013

Thomas Alfa Edison memiliki lebih dari seribu paten atas namanya. Beberapa dari penemuan-penemuan itu berdasarkan ide-idenya sendiri. Tapi yang lebih sering , dia bekerja dari hasil temuan inovator / penemu besar lain , dan dia mulai bermain-main/ mengutak atiknya sampai temuan itu bisa dikomersilkan (menghasilkan uang).
Dia sering dipuji karena telah menemukan sejumlah peralatan rumah tangga yang mungkin kita anggap biasa, tapi tak bisa dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari.
 
Tapi seharusnya tanda jasa / penghormatan / kredit sebenarnya layak diberikan kepada para ilmuwan dan penemu jenius yang bekerja untuk dia, untuk membuatnya kaya .
Salah satu Inventor / inovator / Penemu jenius itu adalah Nikola Tesla, yang mempunyai perjalanan karir sangat singkat, dan yang sering tidak diakui kecemerlangannya dan di bawah bayang-bayang penghormatan orang atas Edison.
 


10. Kurang ajar

Menjelang akhir hidup Edison, dia mengatakan dia berharap dia bisa menghormati Tesla dan karyanya lebih dari sebelumnya.  Sayang sekali, pada saat itu kerusakan telah dilakukan: Tesla meninggal saat bangkrut dalam keadaan miskin dan kesepian, sementara Edison meninggal saat kaya dan dengan ketenaran.
Saat mereka bekerja bersama, Edison sering menyebut ide Tesla "tidak praktis" atau sering mengejeknya (karena sebenarnya Edison tahu akan tersaingi oleh penemuan Tesla).
 
Tampaknya Edison tahu bahwa dia punya pikiran muda brilian di bawah kuasanya saat Tesla datang ke Amerika untuk bekerja untuknya.(Pada saat itu dia sudah memiliki beberapa paten , untuk perangkat yang dioperasikan dengan memutar medan magnet.)


9. Didorong oleh Keserakahan
Tesla pernah mengkritik Edison dengan mengatakan dalam wawancara New York Times, "Dia mempunyai suatu penghinaan untuk pembelajaran buku dan pengetahuan matematika, percaya dirinya sepenuhnya berasal dari naluri penemunya dan kebutuhan orang Amerika praktis."
 
Sedangkan Tesla adalah seorang insinyur berapi-api yang tampaknya sama sekali terpesona dengan aspek teknis dari pekerjaannya.
 
Dia memiliki memori fotografi, bisa menghafal seluruh buku, dan digunakan dalam kejeniusannya untuk mencari solusi sebuah masalah, atau memvisualisasikan skema rinci perangkat yang akan dia ciptakan.
 
Edison bersikeras untuk mengembangkan(atau mereplikasi penemuan dan paten)dari perangkat yang memiliki beberapa kegunaan praktis (sesuatu yang bisa menghasilkan uang),dan dia tidak benar-benar melakukan itu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan murni.


8. Mengejek Cara Berfikir Tesla
Dia tidak hanya menyebut beberapa ide brilian Tesla tidak praktis, atau mematikan potensi penemuan Tesla yang brilian, dia benar-benar tidak menghargai pemikiran Tesla. Tesla, yang bekerja hingga larut malam, sampai kematiannya pada 86, adalah seorang eksentrik dan sering terobsesi karyanya.
Sementara Edison, adalah seorang yang lebih terlibat dalam kehidupan sosial (dia punya istri berusia 16-tahun, jika itu dianggap sebagai bukti), dan tidak menganggak kata-kata Tesla dengan serius.


7. Merampas Kredit dari Penemuan Fluoroskop
Fluoroskop - sebuah perangkat untuk menghasilkan gambar sinar-X - adalah sesuatu yang telah dikerjakan sebelum Edison berkecimpung di dalamnya. Dalam proses tersebut, Edison berhasil membuat asistennya menderita terminal kanker (dimana lengannya harus diamputasi sebelum dia akhirnya meninggal), dan dia hampir membuat buta dirinya. Tapi dia yakin patennya adalah berkat kerja kerasnya.


6. Edison Tidak Mau Membayar
Edison Tidak jadi membayar Tesla $ 50.000 untuk memperbaiki nya motor DC - yang dikerjakan Tesla dengan sangat mudah. Dia berhasil mengubah sebuah perangkat yang tidak efisien menjadi sesuatu yang sangat efisien yang membuat Edison lebih menghemat uang
 
Dia sering mengatakan Tesla gagal "memahami arti Amerika humor" (Tesla adalah seorang imigran Serbia). Lainnya seperti dia gagal menyadari betapa pelitnya Edison.
Edison menawarkan untuk menaikkan gajinya dari $ 18 seminggu menjadi $ 25.Namun Tesla mengundurkan diri. Setelah itu dia akhirnya menggali parit, sebelum memulai perusahaan sendiri dan menerima investasi untuk melakukan beberapa eksperimennya sendiri.


5. Penghargaan yang Bodoh
Edison memiliki Medali yang Dinamakan atas namanya, Yang seharusnya penghormatan itu untuk Tesla.Medali Edison disajikan setiap tahun oleh sebuah kelompok yang disebut IEEE, atau "Institute of Electrical Engineers" (sekelompok teman Edison).
 
Ini adalah tamparan langsung di wajah dunia pengetahuan bahwa nama Edison yang diarak dijadikan penghargaan di suatu bidang (dimana bidang itu sama sekali bukan keahlian Edison ) Sementara Tesla adalah contoh yang luar biasa bersinar dalam disiplin ilmu tersebut.
Sebuah tamparan besar itu terjadi telak ketika Tesla dianugerahi Medali tersebut tahun 1916.


4. Teknologi Radar Awal Ditertawakan
Jika Edison tidak menganggap salah satu inovasi yang paling penting dari Tesla yaitu tehnologi berbasis gelombang radio menjadi "tidak bisa diterapkan" kembali ke jaman Perang dunia I, ketika dia pertama kali mengajukan rencana sehingga tak terhitung nyawa bisa diselamatkan karena memiliki keuntungan dengan bisa mendeteksi kapal selam musuh. dan Tentu saja ide ini diaktualisasikan hingga satu dekade kemudian.


3. Berperang melawan AC Power Ciptaan Tesla
Sederhananya Edison (dengan beberapa petarung mogul lain dipihaknya) tidak ingin melihat tehnologi Arus Listrik AC berhasil, karena akan menjadi ancaman (fiskal) untuk kelangsungan hidup aliran Direct Current (DC) (yang telah dikembangkan Tesla sebelumnya di bawah kendali Edison).
 
Pertempuran publik yang sengit terjadi,antara edison dengan Perusahaan Westinghouse pihak Tesla). Edison berusaha menggunakan taktik menakut-nakuti untuk meyakinkan pihak aliran AC publik tidak aman.
Untuk "membuktikan" ini "Bahkan," dia memiliki sejumlah hewan untuk disetrum listrik, termasuk gajah sirkus (yang akan dihukum mati karena membunuh beberapa orang).
Pada akhirnya, Tesla memenangkan "Perang Arus Listrik", karena dia memang memiliki mekanisme daya yang lebih baik.


2. Edison Membunuh seorang manusia untuk Membuktikan Tesla Salah
Edison dikenal karena taktik intimidasi nya (misalnya dia sering menyewa sekelompok preman untuk menghancurkan teknologi dan untuk memastikan dia mendapat bayaran dari patennya), tetapi itu bisa jadi seburuk saat dia melakukan kampanye melawan Tesla, dia melangkah lebih jauh untuk menciptakan kursi listrik, menggunakan listrik AC temuan tesla untuk mengeksekusi mati.
 
Acara Hukuman mati menggunakan Kursi Listrik Pertama kali tersebut menjadi sangat mengerikan dan berantakan. George Westinghouse seperti dikutip media mengatakan, "Mereka akan melakukan lebih baik dengan menggunakan kapak (hukuman mati)." Jadi eksekusi pertama oleh kursi listrik terjadi hanya untuk membuktikan Tesla salah (dan melestarikan saham keuangan Edison).


1. Edison Tidak Berbagi dengan Kekayaannya
Edison adalah orang kaya, dan selalu menemukan cara baru untuk menjasi lebih kaya. Itu berarti bergegas membawa tambang minyak dan perangkat yang tidak orisinil temuannya ke kantor paten untuk mengamankan royaltinya.
 
Sementara Tesla sebagian besar adalah satu orang teknologi synthesizer, Edison memiliki gedung yang penuh dengan insinyur brilian dan ilmuwan yang melakukan semua perintahnya, sementara dia mengambil bagian terbesar dari pendapatan untuk dirinya sendiri. Tesla kebetulan pernah menjadi salah yang diperas pemikiran dan hasil karyanya oleh Edison.
 
 

Mhiman - 05.30

Sabtu, 09 Februari 2013

Sejarah Pembuatan Kain Penutup Ka'bah (Kiswah)

Sabtu, 09 Februari 2013

Pada ka'bah kita sering melihat adanya Kiswah (kain/selimut hitam penutup ka’bah). Tujuan dari pemasangan kain itu adalah untuk melindungi dinding ka’bah dari kotoran, debu, serta panas yang dapat membuatnya menjadi rusak. Selain itu kiswah juga berfungsi sebagai hiasan ka’bah.

Menurut sejarah, Kabah sudah diberi kiswah sejak zaman Nabi Ismail AS, putra Nabi Ibrahim AS. Namun tidak ada catatan yang mengisahkan kiswah pada zaman Nabi Ismail terbuat dari apa dan berwarna apa. Baru pada masa kepemimpinan Raja Himyar Asad Abu Bakr dari Yaman, disebutkan kiswah yang melindungi Ka’bah terbuat dari kain tenun.

Kebijakan Raja Himyar untuk memasang kiswah sesuai tradisi Arab yang berkembang sejak zaman Ismail as diikuti oleh para penerusnya. Pada masa Qusay ibnu Kilab, salah seorang leluhur Nabi Muhammad yang terkemuka, pemasangan kiswah pada Kabah menjadi tanggung jawab masyarakat Arab dari suku Quraisy.

Nabi Muhammad SAW sendiri juga pernah memerintahkan pembuatan kiswah dari kain yang berasal dari Yaman. Sedangkan empat khalifah penerus Nabi Muhammad yang termasuk dalam Khulafa al-Rasyidin memerintahkan pembuatan kiswah dari kain benang kapas.
Sementara itu, pada era Kekhalifahan Abbassiyah, Khalifah ke-4 al-Mahdi memerintahkan supaya kiswah dibuat dari kain sutra Khuz. Pada masa pemerintahannya, kiswah didatangkan dari Mesir dan Yaman.

Menurut catatan sejarah, kiswah tidak selalu berwarna hitam pekat seperti saat ini. Kiswah pertama yang dibuat dari kain tenun dari Yaman justru berwarna merah dan berlajur-lajur. Sedangkan pada masa Khalifah Mamun ar-Rasyid, kiswah dibuat dengan warna dasar putih. Kiswah juga pernah dibuat berwarna hijau atas perintah Khalifah An-Nasir dari Bani Abbasiyah (sekitar abad 16 M) dan kiswah juga pernah dibuat berwarna kuning berdasarkan perintah Muhammad ibnu Sabaktakin.

Penggantian kiswah yang berwarna-warni dari tahun ke tahun, rupanya mengusik benak Kalifah al-Mamun dari Dinasti Abbasiyah, hingga akhirnya diputuskan bahwa sebaiknya warna kiswah itu tetap dari waktu ke waktu yaitu hitam. Hingga saat ini, meskipun kiswah diganti setiap tahun, tetapi warnanya selalu hitam.

Pada era keemasan Islam , tanggung jawab pembuatan maupun pengadaan kiswah selalu dipikul oleh setiap khalifah yang sedang berkuasa di Hijaz, Arab Saudi pada setiap masanya. Meskipun kiswah selalu menjadi tanggung jawab para khalifah, beberapa raja di luar tanah Hijaz pernah menghadiahkan kiswah kepada pemerintah Hijaz.

Dulu, kiswah yang terbuat dari sutera hitam pernah didatangkan dari Mesir yang biayanya diambil dari kas Kerajaan Mesir. Tradisi pengiriman kiswah dari Mesir ini dimulai pada zaman Sultan Sulaiman yang memerintah mesir pada sekitar tahun 950-an H sampai masa pemerintahan Muhammad Ali Pasya sekitar akhir tahun 1920-an.

Ka'bah tanpa kiswah

Setiap tahun, kiswah-kiswah indah yang dibuat di Mesir itu diantar ke Makkah melewati jalan darat menggunakan tandu indah yang disebut mahmal. Kiswah beserta hadiah-hadiah lain di dalam mahmal datang bersamaan dengan rombongan haji dari Mesir yang dikepalai oleh seorang amirul hajj.

Amirul hajj itu ditunjuk secara resmi oleh pemerintah Kerajaan Mesir. Dari Mesir, setelah upacara serah terima, mahmal yang dikawal tentara Mesir berangkat ke terusan Suez dengan kapal khusus hingga ke pelabuhan Jeddah. Setibanya di Hijaz, mahmal tersebut diarak dengan upacara sangat meriah menuju ke Mekkah.

Pengiriman kiswah dari Mesir pernah terlambat hingga awal bulan Dzulhijjah. Hal itu terjadi beberapa waktu setelah meletusnya Perang Dunia I. Keterlambatan pengiriman kiswah terjadi akibat suasana yang tidak aman dan kondusif akibat Perang dunia I.

Melihat situasi yang kurang baik pada saat itu, Raja Ibnu Saud (pendiri Kerajaan Arab Saudi) mengambil keputusan untuk segera membuat kiswah sendiri mengingat pada tanggal 10 Dzulhijjah, kiswah lama harus diganti dengan kiswah yang baru. Usaha tersebut berhasil dengan pendirian perusahaan tenun yang terdapat di Kampung Jiyad, Mekkah.

Setelah Perang dunia I berakhir, Raja Farouq I dari Mesir kembali mengirimkan kiswah ke tanah Hijaz. Namun melihat berbagai kondisi pada saat itu, pemerintah Kerajaan Arab Saudi dibawah Raja Abdul Aziz Bin Saud memutuskan untuk membuat pabrik kiswah sendiri pada 1931 di Makkah. Hingga akhirnya kiswah dibuat di Arab Saudi hingga saat ini.

Kain kiswah memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri. Pintalan-pintalan benang berwarna emas maupun perak bersatu padu merangkai goresan kalam Ilahi. kiswah menjadi sangat berharga, bukan hanya karena firman-firman Allah SWT yang suci yang dipintal pada kiswah, tetapi juga karena keindahan dan eksotisme pintalan benang berwarna emas dan perak pada permukaannya.

Perpaduan warna emas dan perak pada kaligrafi yang menghiasi kiswah tersebut memiliki nilai seni yang luar biasa. Sebab pembuatannya membutuhkan skill dan bakat yang luar biasa karena tidak semua orang mampu membuat seni seindah itu. Kiswah merupakan simbol kekuatan, kesederhanaan, juga keagungan.


Proses Pembuatan Kiswah

Kiswah pertama kali dibuat dibuat oleh seorang pengrajin bernama Adnan bin Ad dengan bahan baku kulit unta. Namun dalam perkembangannya, kiswah dibuat dari kain sutera. Untuk membuat sebuah kiswah memerlukan 670 kg bahan sutera atau sekitar 600 meter persegi kain sutera yang terdiri dari 47 potong kain. Masing-masing potongan tersebut berukuran panjang 14 meter dan lebar 95 cm.

Ukuran itu sudah disesuaikan untuk menutupi bidang kubus Kabah pada keempat sisinya. Sedangkan untuk hiasan berupa pintalan emas diperlukan 120 kg emas dan beberapa puluh kg perak.




Sejak 1931, kiswah untuk menutupi Kabah diproduksi di sebuah pabrik yang terletak di pinggir kota Mekkah, Arab Saudi. Dalam pabrik tersebut, pembuatan kiswah dilakukan secara modern dengan menggunakan mesin tenun modern. Di pabrik kiswah yang areanya seluas 10 hektare itu dipekerjakan sekitar 240 perajin kiswah.

Dalam pabrik tersebut, kiswah dibuat secara massal. Di sanalah semuanya disiapkan dari perencanaan, pembuatan gambar prototipe kaligrafi, pencucian benang sutera, perajutan kain dasar, pembuatan benang dari berkilo-kilo emas murni dan perak hingga pada pemintalan kaligrafi dari benang emas maupun perak, lalu penjahitan akhir.

Meskipun kiswah tampak hitam jika dilihat dari luar, namun ternyata bagian dalam kiswah itu berwarna putih. Salah satu kalimat yang tertera dalam pintalan emas kiswah adalah kalimah syahadat, Allah Jalla Jalallah, La Ilaha Illallah, dan Muhammad Rasulullah . Surat Ali Imran: 96, Al-Baqarah :144, surat Al-fatihah, surat Al-Ikhlash terpintal indah dalam benang emas untuk menghiasi kiswah.

Kaligrafi yang digunakan untuk menghias kiswah terdiri dari ayat-ayat yang berhubungan dengan haji dan Kabah juga asma-asma Allah yang dimuliakan. Hiasan kaligrafi yang terbuat dari emas dan perak tampak berkilau indah saat terkena cahaya matahari.

Karena menggunakan bahan baku dari benda-benda yang sangat berharga seperti sutera, emas, maupun perak, harga kiswah ini menjadi sangat mahal sekitar Rp 50 miliar.

Sehingga setiap tahun Jawatan Wakaf Kerajaan Arab Saudi harus menyediakan dana sekitar Rp 50 miliar untuk pembuatan kiswah. Menurut sejarah, tradisi penggantian kiswah yang dilakukan setiap tahunnya sudah ada sejak masa Khalifah Al-Mahdi yang merupakan penguasa Dinasti Abbasiyah ke-IV.

Tradisi tersebut bermula ketika, Khalifah al-Mahdi naik haji kemudian penjaga Kabah melapor kepadanya tentang kiswah yang pada saat itu sudah mulai rapuh dan dikhawatirkan akan jatuh. Mendengar laporan yang memprihatinkan itu, Al-Mahdi memerintahkan agar setiap tahun kiswah diganti.

Sejak saat itu, kiswah untuk Ka’bah selalu diganti setiap tahun pada musim haji dan menjadi sebuah tradisi yang harus selalu dijalankan. Dengan demikian tidak ada lagi kiswah yang kondisinya memprihatinkan.

Pasalnya, setiap kiswah hanya memiliki masa pakai Ka’bah selama satu tahun. Bahkan, kiswah bekas dipakai Ka’bah ada yang dipotong-potong kemudian potongan tersebut dijual sebagai penghias rumah maupun kantor.




 sumber

Mhiman - 07.40

Rabu, 30 Januari 2013

Awal Mula Hari Minggu Libur

Rabu, 30 Januari 2013


Hari apa yang paling dinanti-nanti? Pasti kebanyakan orang akan menjawab: Minggu. Gimana nggak? Di hari itu kamu nggak perlu pergi sekolah atau ke kantor. Jadi kamu bisa pergi berlibur dengan orang-orang terkasih atau malah hanya bermalas-malasan di rumah.

Tapi tahukah kamu kalau nggak semua negara memberlakukan hari Minggu sebagai hari libur. Kayak di Arab misalnya. Jumat dijadikan sebagai hari libur lantaran hari Jumat dianggap sebagai hari yang suci. Sedangkan orang Yahudi, mereka menetapkan hari Sabtu sebagai hari libur mereka.

Di Indonesia dan banyak negara di dunia yang menggunakan kalender masehi memberlakukan hari Minggu sebagai hari libur. Hmm, tapi kenapa Minggu ya yang dijadikan sebagai hari libur? Kenapa nggak hari yang lain?

Sejarahnya begini, tradisi libur pada hari Minggu itu sebenarnya berasal dari Romawi Kuno. Di zaman itu, orang Romawi Kuno menetapkan hari Minggu sebagai hari untuk beribadah. Jadi, di hari itu mereka tidak melakukan aktivitas atau pekerjaan apa pun selain untuk beribadah. Nggak itu aja, saking nggak maunya melewatkan waktu beribadah akhirnya mereka selalu menandai hari libur alias hari Minggu dengan warna merah. Seiring berjalannya waktu mereka jadi punya kebiasaan untuk menandai hari penting lainnya dengan warna merah.

Nah, karena waktu itu Romawi menguasai banyak negara di Eropa seperti Belanda, Jerman, Inggris, Prancis, dan lain-lain, akhirnya tradisi libur mereka di hari Minggu diterapkan juga di negara jajahannya tersebut. Kemudian, kayak yang kita tahu, Belanda pernah menjajah Indonesia selama 3,5 abad. Nah, dari situlah akhirnya Belanda juga menerapkan tradisi libur di hari Minggu di Indonesia. Hingga sekarang, tradisi libur di hari Minggu masih tetap diberlakukan di Indonesia. Dengan alasan, orang-orang sudah bekerja keras selama enam hari, sehingga mereka membutuhkan waktu untuk rehat alias berlibur.

Yup, Pemerintah Indonesia telah menetapkan hari Minggu sebagai hari libur Nasional. Dan dalam kalender yang berlaku di Indonesia, hari Minggu dan tanggal-tanggal penting lainnya juga ditandai dengan warna merah. Sampai sekarang, tradisi libur di hari Minggu tetap diberlakukan di banyak negara.


sumber

Mhiman - 19.20

Minggu, 20 Januari 2013

Fakta, April Mop Adalah Hari Pembantaian Orang Muslim

Minggu, 20 Januari 2013

Anda tahu April Mop? Yaitu hari dimana seseorang diperbolehkan menipu atau mengerjai orang, teman, atau bahkan keluarga. Dan orang yang dikerjai tidak boleh marah saat tahu bahwa hari itu adalah april mop. Tapi tahukah kamu sejarah mengenai april mop?

Sejarah April Mop
Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.

Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop—yang hanya berlaku pada tanggal 1 April—adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.
 
Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine’s Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.
 
Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan? April Mop, atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.
 
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.
 
Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur’an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.
 
Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur’an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.
 
Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.
 
Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.
 
Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.
 
Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
 
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
 
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.
 
Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan Umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.
 
Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.
 
Jadi, perhatikan sekeliling Anda, anak Anda, atau Anda sendiri, mungkin terkena bungkus jahil April Mop tanpa kita sadari. (sa/berbagaisumber/eramuslim)
 
 

Mhiman - 10.08

Rabu, 19 Desember 2012

Ini Yg Sebenarnya Terjadi Di Rumah Brigjend D.I. Pandjaitan Pada Subuh 1 Oktober 1965

Rabu, 19 Desember 2012



Masih ingat dengan film Pengkhianatan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau G30S/PKI? Selama masa kepresidenan Soeharto, film berkisah penculikan serta pembunuhan tujuh jenderal revolusi itu selalu diputar pada 30 September oleh Televisi Republik Indonesia atau TVRI. Satu korban yang menjadi sasaran pembantaian adalah Brigadir Jenderal Donald Izacus Panjaitan atau D.I. Panjaitan. Dan putrinya, Catherine Panjaitan, menjadi saksi mata penculikan itu.

Pada majalah Tempo edisi 6 Oktober 1984, Catherine menceritakan kejadian malam berdarah itu. Ingatan itu tertuang dalam tulisan berjudul, Kisah-kisah Oktober 1965. Bagi Anda yang sempat menonton filmnya pasti melihat adegan putri D.I Panjaitan membasuhkan darah sang ayah ke mukanya. Tapi benarkah Chaterine melakukan hal itu?

“Saya melihat kepala Papi ditembak dua kali,” Catherine mengisahkan. “Dengan air mata meleleh, saya berteriak, "Papi..., Papi...." Saya ambil darah Papi, saya usapkan ke wajah turun sampai ke dada.”

Kata Catherine, penculikan terjadi sekitar pukul 04.30, pada 1 Oktober 1965. Kala itu, ia tengah tidur di kamar lantai dua. Kemudian terbangun karena teriakan dan tembakan. Catherine mengintip ke jendela. Ternyata telah banyak tentara berseragam lengkap di perkarangan rumah. “Beberapa di antaranya melompati pagar, sambil membawa senapan,” kata Catherine.

Panik, ia lari ke kamar ayahnya. Yang dicari sudah terbangun dari tidur. Mereka pun berkumpul di ruang tengah lantai atas. Kata Catherine, almarhum papinya terus mondar-mandir, dari balkon ke kamar. Dia sempat mengotak-atik senjatanya, semacam senapan pendek.

(Alm) Mayjend TNI (Anumerta) Donald Izacus Pandjaitan

Catherine sendiri sempat bertanya pada ayahnya soal apa yang terjadi. Tapi sang jenderal bergeming. Sedangkan di lantai bawah, bunyi tembakan terus terdengar. Televisi, koleksi kristal Ibu Panjaitan, dan barang lainnya hancur. Bahkan meja ikut terjungkal. “Tiarap…tiarap,” kata Catherine menirukan ayahnya.

Sebelum menyerahkan diri ke tentara, mendiang Panjaitan sempat meminta Catherine menelepon Samosir, asisten Jenderal S. Parman. Usai itu, Catherine menghubungi Bambang, pacar sahabatnya. Tapi belum selesai pembicaraan, kabel telepon diputus.

Berseragam lengkap, kemudian D.I. Panjaitan turun ke ruang tamu. Seorang berseragam hijau dan topi baja berseru, "Siap. Beri hormat," Tapi Panjaitan hanya mengambil topi, mengapitnya di ketiak kiri. Tak diacuhkan begitu, si tentara memukul Panjaitan dengan gagang senapan, hingga ia tersungkur. Setelah itu, kejadian bergulir cepat. Dor! Dor! “Darah menyembur dari kepala Papi,” kata Catherine menceritakan kejadian yang terjadi di rumah yang beralamat di Jl. Sultan Hasanuddin, Blok M (seberang gedung Kejagung).

Mhiman - 10.10